Indah Pada Waktunya


Indah Pada Waktunya


Setelah beberapa minggu hectic dengan Ekspresso (sejenis cup sekolah dan kalau di sanur namanya Ekspresso) akhirnya bisa kembali mencoret-coret website ini dengan keluh kesah hidup saya. Kemarin saya sempat menceritakan pengalaman yang cukup menyedihkan, bagi kalian yang belum baca yuk sekarang baca!! Hari ini saya akan menceritakan pengalaman yang menyenangkan tapi membuat sedih juga. Cerita ini mungkin akan panjang but I’ll try to shorten the story biar kalian tidak bosan membacanya.


Jika kalian pernah membaca blog saya mengenai aktivitas saya di sekolah kalian tau bahwa saya anggota OSIS. OSIS sekolah saya mempunyai 3 kegiatan besar, yaitu Open House, Edufair, dan yang terakhir adalah Ekspresso. Ekspresso yang berlangsung tanggal 26-27 Oktober kemarin sudah kami persiapkan sejak bulan Juli. Segala amarah, tangis, kesal, panic, takut, bahagia, dan perasaan campur aduk lainnya sudah kami alami. Mulai dari pusing memilih guest star, mencari peserta, mencari sponsor, berargumen dengan guru sampai pihak eksternal, dan masalah-masalah lainnya. Saya sempat ragu dengan keberhasilan acara ini (ini serius) karena mendekati acara masih banyak hal yang belum diselesaikan. Tetapi sebagai pihak penyelenggara harus bersikap optimis biar pada optimis juga yekan HEHHE.


Tidak mudah memang membuat suatu acara yang hanya 2 hari karena  harus bekerja sama dengan berbagai pihak bukan hanya pihak internal. Tapi dibalik segala kesal dan tangisan selalu ada tawa di dalamnya. Ketika kami sedang rapat tak jarang ada yang mengeluarkan ide aneh atau pembicaraan yang lucu dan membuat semuanya tertawa bahkan waktu berdoa bersama pun menjadi sangat menyenangkan. Apalagi sudah mendekati acara, semakin hectic tapi semakin menyenangkan karena tak ada pelajaran HEHEH dan semakin banyak ngumpul di ruang OSIS.



Akhirnya segala proses persiapan selesai dan waktunya melaksanakan acaranya. Perasaan takut ada yang terlewatkan tapi juga excited karena udah acara. Sempat ada masalah-masalah namun dapat terselesaikan juga. Ketika closing, muncullah rasa senang tapi juga sedih. Sangat senang ketika melihat semuanya berjalan lancar, ramai yang datang, ditambah banyak yang mengucapkan selamat atas keberhasilan acara karena ekspresso kali ini benar-benar berbeda (katanya) juga karena segala lelah, capek, marah, dan lain-lainnya telah selesai. TAPI KESEDIHAN JUGA MUNCUL. Iya sangat sedih karena akan kembali ke realita yaitu menjadi siswa kelas 12 yang sibuk dan menyadari kalau ini Ekspreso terakhir. No more keluar kelas, no more sibuk ekspresso, no more doa novena bareng, no more ketawa-ketawa bareng. Tapi rasa bangga menyelimuti diri saya. Bangga bisa menjadi bagian sanur’19 terutama tergabung dalam OSISnya. Bangga bisa menyelesaikan dan membuat acara ekspresso ini. Mungkin ini akan menjadi pengalaman yang tak akan pernah saya lupakan, pengalaman indah di SMA. Terakhir ingin mengucapkan terima kasih kepada orang tua saya dan teman-teman saya yang selalu support dan meyakinkan saya serta SANUR’19!! GILA kalian bener-bener keren!


Comments

Popular posts from this blog

Andai

Jangan Takut, Kamu Gk Sendirian