Asal mula Gen-ku


Asal mula Gen-ku

HAI FELLAS! Kembali lagi di blog saya. BTW kalau kamu pengunjung baru, yuk kenalan dulu sama saya di blog saya sebelum ini.  Di blog kali ini #debpatbercerita tentang manusia yang melahirkan saya dan suaminya, yass mereka adalah kedua orang tua saya. Sebelum saya menceritakan panjang lebar tentang mereka berdua, yuk saya ajak berkenalan sedikit tentang mereka. Mama saya bernama Sylvia yang mempunyai suami bernama Sukimin. Mama saya asli Jakarta dan papa saya asli Bangka. Ayah saya merupakan anak ke-4 dari 6 bersaudara dan mama saya anak ke-3 dari 4 bersaudara. Mereka menikah pada tanggal 22 September dan memiliki anak pertama pada tanggal 25 Februari 1998.

Orang yang selalu di panggil “mami” di rumah saya bukan orang yang jago masak, biasanya hanya memasak sop, ayam goren, telur dadar, dan masakan-masakan simple lainnya.Tapi Ia adalah pekerja keras. Keluarga kami tidak memiliki pembantu yang tinggal di rumah tapi hanya ada pembantu cuci gosok. Meskipun sudah ada mba di rumah, mami saya selalu mencuci baju sendiri, katanya tidak percaya dengan mba “takut gk bersih”. Mami saya memang perempuan yang sangat rapi dan bersih, jadi kalau di meja belajar atau kerja sudah berantakkan, pasti Ia yang pertama kali marah. Mama saya juga bekerja sebagai agen property yang sering berkeliling mencari rumah naik motor dibawah teriknya sinar matahari. Eh gk selebay itu deng hehehe. Saya selalu bercerita tentang apapun ke mami saya dan saya selalu menceritakannya secara detail sekali, misalnya setelah pulang dari acara ulang tahun, saya selalu menceritakan tadi saya ngapain saja, makan apa, acaranya apa, sampai saya ke toilet berapa kali. Emang se-detail itu, makanya karena terlalu sering cerita sampe detail, setiap melakukan sesuatu pasti ditanyain gitu.

Nah orang yang kedua ini suaminya mami saya, yaitu papi saya. Wah kalau papi saya adalah orang yang super duper pekerja keras dan sangat kreatif. Saya selalu minta bantuannya saat membuat maket OSIS, masalah OSIS nanti saya ceritakan di blog selanjutnya yaahh, ataupun membuat barang-barang lainnya. Karena terlalu kreatif, di rumah saya ada ruang doa dan disana banyak patung-patung serta salib yang papi saya buat sendiri. Papi saya yang selalu mengantar atau menjemput saya dan dia orang yang antimainstream. Papi saya ini sifatnya mirip sekali sama kakak saya, yang cuek di depan padahal sangat perhatian.
Orang tua saya adalah orang yang luar biasa, tapi saya gk pernah bilang ke mereka hehe. Keluarga saya buka tipe keluarga romantis yang kasih surprise kalau ada yang ulang tahun atau yang tiap malam mengucapkan good night atau yang lainnya. Keluarga saya itu biasa aja. Tapi dibalik biasa biasanya itu yang membuat saya bersyukur bisa dilahirkan di keluarga ini terutama memiliki orang tua yang gk pernah menuntut apapun, yang selalu support apa yang saya lakukan, yang selalu mengajarkan saya bukan jadi orang yang hebat untuk diri sendiri tapi orang yang dapat berguna bagi banyak orang, mereka juga mengajarkan saya artinya kesederhanaan. Saya selalu bangga dilahirkan di keluarga ini, keluarga yang sederhana yang di dalamnya kaya akan kebahagiaan. Segitu dulu yah celotehan tentang keluarga saya, tunggu keluh kesah saya yang berikutnya! SEE YA FELLAS!
“Our family
A little bit of crazy
A little bit of loud
And a whole lot of love”

Comments

Popular posts from this blog

Indah Pada Waktunya

Andai

Jangan Takut, Kamu Gk Sendirian