Bangunan Tua Pembuat Rindu


Bangunan Tua Pembuat Rindu

WELCOME BACK TO DEBPAT’S BLOG!! Haii fellasss! Apa kabar? Setelah melewati 1 minggu yang sangat hectic, satu minggu penuh dramanya dengan tugas dan ulangan yang banyak akhirnyaaaa datang juga saat yang ditunggu-tunggu, yaitu weekend! Ya meskipung gk weekend  banget karena harus buat tugas dan lainnya. Nahhh, di blog kali ini saya akan menceritakan sedikit tentang tempat saya menimba ilmu, gk deng, saya akan menceritakan tentang RUMAH KEDUA SAYAAA!


Sebelumnya saya perkenalkan sedikit tentang banguan tua sebelah Gereja Katedral Jakarta, sebelah kantor pos, dan depan lapangan banteng ini yahh. Bangunan tua ini sudah berdiri sejak tahun 1857, jadi umurnya sekitar 160 tahun-an. Bangunan tua berwarna hijau ini bernama Sekolah Santa Ursula Jakarta. SMP-SMA Santa Ursula Jakarta merupakan sekolah khusus perempuan. Biasanya orang-orang akan bertanya “Ïtu sekolah buat jadi suster yah?” “Kamu mau jadi suster?” dan pertanyaan-pertanyaan lain yang berhubungan dengan suster. Bukan. Ini bukan sekolah kesusteran. Ini sekolah yang cukup sama dengan sekolah-sekolah lain. Sekolah yang mengajarkan pelajaran Agama, Fisika, Mat, dan pelajaran lainnya. Tapi Santa Ursula ya Santa Ursula, punya ciri khas tersendiri yang membuat setiap individunya ingin lulus secepatnya dan disaat yang bersamaan juga enggan meninggalkan tempat yang dianggap rumah ini.


Dari Senin-Sabtu pulang pergi Cengkareng-Pasar Baru sudah menjadi rutinitas untuk saya. Hal ini yang membuat saya mengatakan Santa Ursula rumah kedua saya. Sejak matahari belum terbit sampai matahari sudah terbenam saya menghabiskan waktu saya di sekolah ini. Saya bersekolah di Santa Ursula sejak saya SMP. Sedikit cerita tentang alasan saya memilih sekolah ini, jadi sejak kelas 4 SD saya sangat ingin sekali masuk SMP Santa Ursula. Dulu kalau ditanya kenapa memilih Santa Ursula pasti jawaban saya “karena Santa Ursula adalah sekolah yang disiplin dan saya ingin berkembang di sekolah ini.” ya pokoknya jawaban-jawaban kayak gitu yang selalu saya katakan. Padahal alasan saya masuk Sanur yang pertama adalah karena Sanur keren jadi kalau masuk sini pasti keren juga, lalu karena sanur cewek semua jadi pengen ngerasain sekolah cewek semua juga, dan yang terakhir alasan teraneh adalah perpustakaan Sanur keren dan hanya siswanya aja yang boleh masuk jadi saya ingin sekali masuk ke perpustakaannya. Padahal pas udah sekolah ini palingan 2 minggu sekali ke perpusnya itupun karena pelajaran Bu Merak (thanks Bu Merak). Ketika saya diterima di SMP Santa Ursula, wah ingin rasanya jungkir balik saking senangnya. Dulu, pas awal-awal masuk wah sangat amat excited kenalan dengan teman baru, suasana baru, guru, dan lainnya. Dan akhirnya saya masih diberi kesempatan untuk melanjutkan studi di SMA Santa Ursula, sebenarnya saya berkeinginan untuk pindah  sekolah tapi takdir mengatakan hal yang lain. Saya masih harus mengabdikan diri selama 3 tahun lagi di SMA Santa Ursula. Ketika masuk SMA rasanya sangat rindu SMP. Sangat rindu guru dan teman-temannya tapi di lain sisi juga senang merasakan suasana baru. Waktu terus berlalu sampai akhirnya saya memasuki tahun terakhir di SMA Santa Ursula. Kalau ditanya bagaimana perasaannya? Wah, berasa robot iya, berasa masa remaja masa yang suram, berasa semuanya dihabiskan hanya untuk belajar dan belajar, berangkat pagi, pulang sore, tidur 4 jam menjadi suatu hal yang biasa untuk anak sanur. Tapi kami semua masih dapat bertahan karena sanur bukan hanya sekadar sekolah tapi sebuah keluarga. Keluarga yang selalu akan terkenang dimanapun saya berada.
 “Tiap hari aku berjalan
Menyusuri lorong demi lorong
Tangga demi tangga
Pintu demi pintu
Hanya untuk 1 tujuan
Menggapai bintang tertinggi”

Comments

Popular posts from this blog

Indah Pada Waktunya

Andai

Jangan Takut, Kamu Gk Sendirian