Liburan yang Mempertemukan

Liburan yang Mempertemukan

Juni dan Desember, mungkin 2 bulan itu menjadi waktu yang sangat ditunggu-tunggu bagi banyak pelajar Indonesia, terutama saya. Kedua bulan itu selalu saya nantikan setiap awal masuk sekolah berlangsung. Kenapa? Karena bulan Juni dan Desember waktunya saya beristirahat sejenak menikmati tidur 8 jam, mandi 2 hari sekali, bangun ketika matahari sudah di atas, tidur sebelum matahari terbenam, dan bisa makan sepuasnya tanpa ada waktu. Selain itu saya bisa beristirahat dari “keganasan” kota Jakarta dan tentunya saya gk perlu stress dengan banyaknya tugas dan ulangan.

Bulan Juni dan Desember juga bulan yang spesial buat saya, selain karena suasana liburan tapi kedua bulan itulah yang selalu mempertemukan saya dengan sahabat SD saya. Banyaknya aktivitas di kala hari sekolah membuat saya tidak bisa berkumpul dengan teman-teman saya. Akhirnya kami memutuskan kalau bulan Juni dan Desember menjadi bulan pertemuan kami. Aneh yah punya jadwal ketemuan 1 tahun 2x HAHAH. Aneh banget. Sedangkan orang lain bisa ketemu teman-temannya kapan aja tapi kami memutuskan untuk ngambil 1-2 hari liburan kita masing-masing untuk bertemu dan ngobrol. Biasanya kami membicarakan ke-aneh-an kami masing-masing saat SD atau bahkan keluh kesah SMA-nya masing-masing.
Btww saya perkenalkan dulu yah teman-teman “bulan Juni dan Desember” saya. Kami saling kenal sejak SD, ya kami berada di sekolah yang sama. Awalnya saya hanya dekat dengan 1/2 orang saja di grup ini, namun saat kelas 5/6 tiba-tiba aja kita ber-5 jadi deket dan anehnya kita berasal dari kelas yang berbeda-beda. Saat kelas 6 kita selalu ber-5, istirahat ber-5, isi acara natal ber-5, isi acara perpisahan ber-5, ya pokoknya keliatan deh kalau kita dekat HAHA. Sampai suatu hari kami mencetuskan ide gila, iya gila tingkat dewa, se-gila itu HAHAHA. Tapi saya gk bisa ceritain disini, soalnya ceritanya sangat absurd dan... udahlah pokoknya malu-maluin banget. Nah ide gila itu yang selalu menjadi bahan canda-an kami kalau ketemu.

Waktu SD kita sering banget nongkrong untuk makan, main sepeda, main basket bareng, nonton film bareng, pokoknya mainan anak SD. Setelah lulus SD kami melanjutkan studi di sekolah yang berbeda-beda. Hal itu yang menyebabkan kami jarang bertemu padahal rumahnya deketan. Saat SMP kami sudah tidak pernah lagi bermain sepeda, bermain basket, pokoknya kumpul aja susah banget. Paling hanya bertemu 1-2 orang,1 karena melanjutkan ke sekolah yang sama dan 1 lagi teman aktif di gereja.

Bisa dibilang persahabatan kita itu aneh, bayangkan saja kita bertemu hanya 1 tahun 2x. Tapi kalau udah ketemu, wahh semuanya kita omongin, dari ngobrol serius, aneh, ngomongin sekolah, ngomongin si A-Z, pokoknya kalau udah ketemu udah deh gk kelar-kelar ngobrolnya. Satu hal yang selalu saya tunggu-tunggu saat liburan adalah bertemu mereka dan bertukar keluh kesah. Iya pasti mereka akan menceritakan keluh kesah di sekolah heterogen dan biasanya aneh-aneh jadi saya selalu mentertawakannya.

 “Hari terus berganti
Tapi persahabatan kita abadi”

Comments

Popular posts from this blog

Indah Pada Waktunya

Andai

Jangan Takut, Kamu Gk Sendirian