So(k) Sibuk?
So(k) Sibuk?
Hai
hai Fellas! Apa kabarnya kalian? Sudah bosankah kalian membaca tulisan tentang
keluh kesah saya menjalani kehidupan ini? HAHA yak jangan bosan dulu yahh!
karena masih banyak hal yang akan saya bahas. Kalau sesuai urutan tema yang
diberikan, blog kali ini tentang aktivitas luar sekolah, hmm boleh lah yah kita
bahas tentang kehidupan saya diluar kotak-kotak hijau. Kalau orang yang gak tau
dalemnya anak sanur gimana pasti pada mikir anak sanur itu sangat kutu buku
atau yang tiap harinya belajar doang. GK KALIAN SALAHH! Kalian harus tau anak
Sanur gk semuanya begitu, ya intinya saya tidak begitu. Tenang tjoy, anak sanur
juga punya aktivitas diluar sekolah kok, ya meskipun gk banyak, mayanlah.
Saya merupakan
anak yang aktif di gereja dulu. Iya, dulu sebelum kehidupan IPA menerjang. Dulu
dari pagi sampai malam saya bisa ada di gereja melalukan berbagai hal sampai
diomelin orang tua karena di gereja terus. Saya mulai aktif di gereja setelah
saya menerima Komuni Pertama. Kegiatan yang pertama kali saya ikuti adalah Bina
Iman Remaja, ohiyaa FYI saya bukan anak BIA yang setiap misa minggu pagi maju
untuk minta berkat dan nyanyi, kalau disuruh maju pasti di pojokan malah nangis
AHAHA. Saya ikut BIR tiap sabtu dan semenjak mengikuti BIR saya diajak untuk
ikut Legio Mariae junior yang tugasnya berdoa bersama, mengunjungi orang sakit,
misa, Rosario, doa, dan lainnya. Semenjak saat itu, setiap sabtu jam 1 – 4 saya
berada di gereja mengikuti Legio dan BIR sampai suatu hari ada pembukaan
pendaftaran misdinar, lalu saya daftar. Orang tua saya hanya bisa liatin aja
anaknya tiap sabtu dari jam 1 siang baru pulang ke rumah jam 9 malam karena
aktivitas itu.
Setelah
menginjak tahun ke-2 di SMP membuat saya memutuskan untuk mengurangi kegiatan
gereja, tapi saya tetap ikut dalam acara-acara non rutin seperti Live in atau
retret kepemudaan. Saya mulai aktif kembali ketika diajak untuk masuk dalam
pengurus misdinar dan OMK wilayah. Kembali lagi gereja menjadi rumah kedua
saya. Setiap Sabtu baru sampai rumah jam 8 malem, minggu dateng lagi ke gereja
untuk melatih calon-calon misdinar, belum rapatnya, dan hal-hal lainnya.
Akhirnya
saya masuk jurusan IPA dan dunia seperti berputar 360o. Tidak ada
lagi nongkrong di gereja tiap Sabtu dan Minggu, tidak ada lagi sibuk karena
urusan gereja, orang tua gk pernah telponin untuk cepetan pulang karena udah
malem, semuanya berubah. Saya yang selalu hadir dalam kegiatan gereja sampai
orang bosen menjadi saya yang dicari keberadaannya, saya yang kalau datang
selalu ditanya “kemana aja lo?”, dan saya yang dianggap sangat sibuk. Apa perasaannya?
Wah sedih. Sedih banget karena harus meninggalkan keseruan di gereja, harus
meninggalkan rutinitas saya. Hari Sabtu dan Minggu terasa hampa karena hanya
pulang sekolah, mandi, makan, nyicil tugas, mandi, siap-siap ke gereja, pulang,
makan, nyicil tugas lagi, tidur. Bosen yah? Iya emang. Tapi saya bersyukur pernah
menjadi debpat yang sibuk di gereja, bersyukur dapet kesempatan belajar dengan
orang-orang hebat diluar sana, bersyukur bisa menjadi debpat yang sekarang. “Emang
apa yang beda kalau cuman sibuk di sekolah? Sama aja ah!” Gk, sama sekali gk. Sibuk
di gereja atau mungkin di kegiatan social atau dimana pun berbeda dengan di
sekolah. Kita akan ngerasain kerjasama dengan orang yang beda usia gk hanya 1-2
tahun, tapi kita bisa kerja sama dengan tante-tante dan om-om. Cara penyelesaian
masalah yang berbeda dengan penyelesaian masalah di sekolah dan bertemu
orang-orang yang di didik dengan cara serta punya pola pikir yang beragam juga.
Hal itu yang membuat saya menjadi saya yang sekarang. Jadi, bagi kalian yang
masih punya kesempatan dan waktu untuk bergabung dalam kegiatan gereja, yuk
jangan sia-sain kesempatan yang ada yah! Saya aja kangen HAHAH
“Terimakasih
Terimakasih sudah memberi warna
Memberi kenangan
Mengajarkan caranya untuk hidup
Terimakasih,
Masa lalu
Aku rindu”


Comments
Post a Comment