Jalanin aja, yakan?
Jalanin aja, yakan?
Bertambahnya umur membuat dunia
terasa sangat ribet. Awalnya nangis karena kalah saat berantem dengan kakak
berubah nangis karena nilai, tugas, dan berbagai masalah personal lainnya. Dulu
hanya menentukan mau makan apa dan sekarang harus menentukan mau kuliah dimana
jurusan apa dan kehidupan masa depan lainnya. Dulu kebahagiaan berasal dari
jalan-jalan atau dapet hadiah sekarang tidur cukup udah membuat bahagia.
Rasanya waktu begitu cepat berlalu
dan berarti kehidupan menjadi lebih complicated.
Saat jadi anak kecil ingin rasanya jadi orang dewasa yang menentukan semuanya
sendiri, dibebaskan oleh orang tuanya, intinya merasa kalau jadi orang dewasa
pasti hidup menjadi lebih menyenangkan tapi nyatanya hidup tidak se-simple di
film-film. Menjadi orang dewasa berarti siap melewati tantangan kehidupan yang
sesungguhnya. Kehidupan tidak akan pernah lepas dari yang namanya masalah dan
kehidupan mengajarkan kita bagaimana untuk melewati semuanya itu.
Tentu
kalian semua sudah tau masalah yang biasa di alami oleh remaja yang duduk di
tingkat akhir sekolah. Yas, tentunya masalah kehidupan perkuliahan dan
percintaan. Tapi untuk perempuan yang takdirnya bersekolah di SMA Santa Ursula
urusan percintaan bukan salah satu masalah utama. Kepala kami diisi dengan
masuk universitas apa, jurusan, negara
mana, paper, tugas, ulangan , iya gitu aja terus. Wah sangat lelah untuk
memikirkan semuanya itu, kita harus memikirkan masa depan dan tentunya masa sekarang
juga.
Ketika
memasuki jenjang akhir sekolah pasti kalian akan menemukan segelintir anak yang
masih bingung mau jurusan apa dan kuliah dimana, yas dan saya masuk di dalam
segelintir anak-anak labil tentang perkuliahan itu. Pasti segelintir anak labil
itu sangat sebal dengan pertanyaan “eh jadi ambil apa lo?” dan ketika kita
jawab “haha belom tau gue” RIBUAN HUJATAN DATANG MENYERANG LAYAKNYA BOM TANGGAL
6 AGUSTUS YANG MEMPORAK-PORANDAKAN KOTA HIROSHIMA. Duh bener-bener sebel banget
sama manusia yang nanya masalah kuliah. KEK HADEUUU STOP ASKING MAU KULIAH
DIMANA dan stop judging manusia-manusia labil seperti saya. Tau kah kalian
dengan ngomong “hah masa belom tau sh, kan udah kelas 12” itu membuat
orang-orang labil macam saya ini jadi pusing. Tenang kami lagi otw mencari
ilham supaya bisa menentukan jurusan kami.
So the
conclusion of this curhatan adalah seorang Deborah Patricia belum mempunyai
cita-cita dan sudah layak dan sepantasnya kalian para pembaca ini mendoakan
saya supaya cepat menentukan masa depan gitu serta dukung saya dengan tidak
menghujat saya karena saya belom mempunyai cita-cita. HEHHE. Beginilah kisah
seorang anak perfeksionis dalam memilih cita-cita, harus super detail dan harus
super tau jelas kenapa milih ini dan lainnya.


Comments
Post a Comment